source Berikut adalah terjemahan per bait (kalimat) dari bait-bait syair indah mengenai adab menuntut ilmu yang Anda bagikan dari kitab
Bagian 1: Hakikat Ilmu dan Cara Meraihnya
الأصل: وَاعْلَمْ بِأَنَّ الْعِلْمَ بِالتَّعَلُّمِ / وَالْحِفْظِ وَالْإِتْقَانِ وَالتَّفَهُّمِ
Terjemahan: Ketahuilah bahwa ilmu itu hanya diraih dengan belajar, menghafal, memantapkan (kembali), dan memahami.
الأصل: وَالْعِلْمُ قَدْ يُرْزَقُهُ الصَّغِيرُ / فِي سِنِّهِ وَيُحْرَمُ الْكَبِيرُ
Terjemahan: Ilmu itu terkadang dianugerahkan (oleh Allah) kepada anak yang masih kecil usianya, sementara orang yang sudah tua justru terhalang darinya.
الأصل: وَإِنَّمَا الْمَرْءُ بِأَصْغَرَيْهِ / لَيْسَ بِرِجْلَيْهِ وَلَا يَدَيْهِ
Terjemahan: Sesungguhnya nilai (kualitas) seseorang itu terletak pada dua organ terkecilnya, bukan pada kedua kaki maupun kedua tangannya;
الأصل: لِسَانُهُ وَقَلْبُهُ الْمُرَكَّبُ / فِي صَدْرِهِ وَذَاكَ خُلْقٌ عَجَبُ
Terjemahan: Yaitu lisannya (dalam berbicara) dan hatinya yang tertanam di dalam dadanya, dan itulah ciptaan Tuhan yang sangat menakjubkan.
الأصل: وَالْعِلْمُ بِالْفَهْمِ وَبِالْمُذَاكَرَةِ / وَالدَّرْسِ وَالْفِكْرَةِ وَالْمُنَاظَرَةِ
Terjemahan: Dan ilmu itu tumbuh dengan pemahaman, saling mengulang hafalan (muzakarah), mempelajari pelajaran, berpikir mendalam, dan berdiskusi ilmiah.
Bagian 2: Ragam Tipe Manusia dalam Menuntut Ilmu
الأصل: فَرُبَّ إِنْسَانٍ يَنَالُ الْحِفْظَا / وَيُورِدُ النَّصَّ وَيَحْكِي اللَّفْظَا
Terjemahan: Betapa banyak manusia yang mampu mencapai tingkatan hafal (yang kuat), ia mampu menyampaikan teks agama dan menirukan lafalnya secara persis,
الأصل: وَمَا لَهُ فِي غَيْرِهِ نَصِيبٌ / مِمَّا حَوَاهُ الْعَالِمُ الْأَدِيبُ
Terjemahan: Namun ia tidak memiliki bagian sama sekali pada hal lainnya (seperti pemahaman mendalam) dari apa yang dikuasai oleh seorang alim yang beradab.
الأصل: وَرُبَّ ذِي حِرْصٍ شَدِيدِ الْحُبِّ / لِلْعِلْمِ وَالذِّكْرِ بَلِيدُ الْقَلْبِ
Terjemahan: Dan betapa banyak orang yang memiliki ambisi serta kecintaan yang sangat besar terhadap ilmu dan pengajaran, namun hatinya tumpul (sulit paham);
الأصل: مُعْجِزٌ فِي الْحِفْظِ وَالرِّوَايَةِ / لَيْسَتْ لَهُ عَمَّنْ رَوَى حِكَايَةٌ
Terjemahan: Ia tidak berdaya dalam hal menghafal dan meriwayatkan, serta tidak mampu menceritakan kembali intisari dari apa yang ia riwayatkan.
الأصل: وَآخَرُ يُعْطِي بِلَا اجْتِهَادِ / حِفْظًا لِمَا قَدْ جَاءَ فِي الْإِسْنَادِ
Terjemahan: Sementara ada orang lain yang dianugerahi (ilmu) tanpa perlu bersusah payah, berupa hafalan yang kuat terhadap apa yang termaktub dalam sanad-sanad;
الأصل: يَهْدِهِ بِالْقَلْبِ لَا بِنَاظِرِهِ / لَيْسَ بِمُضْطَرٍّ إِلَى قَمَاطِرِهِ
Terهمان: Ilmu itu menuntunnya langsung lewat hati, bukan sekadar pandangan mata, sehingga ia tidak selalu bergantung pada kotak-kotak penyimpanan buku catatannya.
Bagian 3: Adab dan Bahaya Tergesa-gesa dalam Menjawab
الأصل: فَالْتَمِسِ الْعِلْمَ وَأَجْمِلْ فِي الطَّلَبِ / وَالْعِلْمُ لَا يَحْسُنُ إِلَّا بِالْأَدَبِ
Terjemahan: Maka carilah ilmu dan indahkanlah caramu dalam menuntutnya, karena ilmu itu tidak akan tampak indah melainkan jika diiringi dengan adab.
الأصل: وَالْأَدَبُ النَّافِعُ حُسْنُ السَّمْتِ / وَفِي كَثِيرِ الْقَوْلِ بَعْضُ الْمَقْتِ
Terjemahan: Adab yang paling bermanfaat adalah memiliki pembawaan yang baik (tenang dan berwibawa), sebab terlalu banyak bicara terkadang mendatangkan kebencian.
الأصل: فكُنْ لِحُسْنِ السَّمْتِ مَا حَيِيتَا / مُقَارِفًا تُحْمَدُ مَا بَقِيَتَا
Terjemahan: Maka jagalah pembawaan yang baik itu selama engkau hidup, niscaya engkau akan terus menuai pujian sepanjang sisa umurmu.
الأصل: وَإِنْ بَدَتْ بَيْنَ النَّاسِ مَسْأَلَةٌ / مَعْرُوفَةٌ فِي الْعِلْمِ أَوْ مُفْتَعَلَةٌ
Terjemahan: Jika muncul suatu permasalahan di tengah-tengah manusia, baik masalah ilmu yang sudah jelas kebenarannya maupun masalah yang dibuat-buat;
الأصل: فَلَا تَكُنْ إِلَى الْجَوَابِ سَابِقًا / حَتَّى تَرَى غَيْرَكَ فِيهَا نَاطِقَا
Terjemahan: Janganlah engkau menjadi orang yang paling pertama berebut menjawab, sampai engkau melihat ada orang lain yang berbicara mengenainya.
الأصل: فَكَمْ رَأَيْتُ مِنَ عَجُولٍ سَابِقٍ / مِنْ غَيْرِ فَهْمٍ بِالْخَطَأِ نَاطِقُ
Terjemahan: Betapa sering aku melihat orang yang terburu-buru mendahului untuk menjawab tanpa pemahaman, yang akhirnya justru berbicara dalam kekeliruan;
الأصل: أَزْرَى بِهِ ذَلِكَ فِي الْمَجَالِسِ / عِنْدَ ذَوِي الْأَلْبَابِ وَالتَّنَافُسِ
Terjemahan: Hal itu menjatuhkan martabat dan merendahkan dirinya di berbagai majelis, di hadapan orang-orang yang berakal serta para pesaingnya.
Bagian 4: Keutamaan Diam dan Mengakui Ketidaktahuan
الأصل: وَقُلْ إِذَا أَعْيَاكَ ذَاكَ الْأَمْرُ / مَالِي بِمَا تَسْأَلُ عَنْهُ خَبَرُ
Terjemahan: Katakanlah jika perkara itu membingungkanmu atau sulit bagimu: "Aku tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang engkau tanyakan."
الأصل: فَذَاكَ شَطْرُ الْعِلْمِ عِنْدَ الْعُلَمَا / كَذَاكَ مَا زَالَتْ تَقُولُ الْحُكَمَا
Terjemahan: Sebab, ucapan (tidak tahu) itu adalah setengah dari ilmu di mata para ulama, dan demikianlah yang selalu diucapkan oleh para ahli hikmah.
الأصل: وَالصَّمْتُ فَاعْلَمْ بِكَ حَقًّا أَزْيَنُ / إِنْ لَمْ يَكُنْ عِنْدَكَ عِلْمٌ مُتْقَنُ
Terjemahan: Ketahuilah, sikap diam itu sejatinya jauh lebih indah menghiasimu, jika engkau tidak memiliki ilmu yang mendalam dan matang.
الأصل: إِيَّاكَ وَالْعُجْبَ بِفَضْلِ رَأْيِكَا / وَاحْذَرْ جَوَابَ الْقَوْلِ مِنْ خَطَائِكَا
Terjemahan: Waspadalah dari sikap ujub (bangga diri) terhadap kelebihan pendapatmu sendiri, dan berhati-hatilah agar jawabanmu tidak bersumber dari kesalahan.
الأصل: كَمْ مِنْ جَوَابٍ أَعْقَبَ النَّدَامَةَ / فَاغْتَنِمِ الصَّمْتَ مَعَ السَّلَامَةِ
Terjemahan: Betapa banyak jawaban yang justru berujung pada penyesalan, maka raihlah keuntungan berupa diam yang disertai keselamatan.
Bagian 5: Luasnya Samudra Ilmu
الأصل: الْعِلْمُ بَحْرٌ مُنْتَهَاهُ يَبْعُدُ / لَيْسَ لَهُ حَدٌّ إِلَيْهِ يُقْصَدُ
Terjemahan: Ilmu itu bagaikan lautan luas yang ujung akhirnya sangat jauh, ia tidak memiliki batasan tertentu yang bisa dituju (sampai habis).
الأصل: وَلَيْسَ كُلُّ الْعِلْمِ قَدْ حَوَيْتَهُ / أَجَلْ وَلَا الْعُشْرَ وَلَوْ أَحْصَيْتَهُ
Terjemahan: Bukan berarti seluruh ilmu telah engkau kuasai, bahkan sepersepuluhnya pun belum tentu engkau capai meskipun engkau mencoba menghitungnya.
الأصل: وَمَا بَقِيَ عَلَيْكَ مِنْهُ أَكْثَرُ / مِمَّا عَلِمْتَ وَالْجَوَادُ يَعْثُرُ
Terjemahan: Sebab, bagian ilmu yang belum engkau ketahui jumlahnya jauh lebih banyak daripada apa yang telah engkau ketahui; dan kuda pacuan yang mahir pun terkadang bisa tersandung.
الأصل: فَكُنْ لِمَا سَمِعْتَهُ مُسْتَفْهِمَا / إِنْ أَنْتَ لَا تَفْهَمُ مِنْهُ الْكَلِمَا
Terjemahan: Maka jadilah orang yang selalu mencari kejelasan dan pemahaman dari apa yang engkau dengar, jika engkau belum memahami makna dari kata-katanya.
Bagian 6: Kaidah dalam Berdialog dan Menyikapi Pendapat
الأصل: الْقَوْلُ قَوْلَانِ فَقَوْلٌ تَعْقِلُهُ / وَآخَرُ تَسْمَعُهُ فَتَجْهَلُهُ
Terjemahan: Perkataan itu ada dua macam: perkataan yang mampu engkau nalar dengan baik, dan perkataan lain yang engkau dengar namun engkau belum memahaminya.
الأصل: وَكُلُّ قَوْلٍ فَلَهُ جَوَابٌ / يَجْمَعَهُ الْبَاطِلُ وَالصَّوَابُ
Terjemahan: Setiap perkataan itu pasti memiliki jawaban atau sanggahan, yang mana jawaban tersebut bisa jadi mengandung kebatilan atau kebenaran.
الأصل: وَلِلْكَلَامِ أَوَّلٌ وَآخِرُ / فَافْهَمْهُمَا وَالذِّهْنُ مِنْكَ حَاضِرُ
Terjemahan: Setiap pembicaraan itu memiliki permulaan dan muara akhir (kesimpulan), maka pahamilah keduanya dengan pikiran yang hadir (fokus).
الأصل: لَا تَدْفَعِ الْقَوْلَ وَلَا تَرُدَّهُ / حَتَّى يُؤَدِّيَكَ إِلَى مَا بَعْدَهُ
Terjemahan: Janganlah terburu-buru menolak atau menyanggah suatu perkataan, sampai perkataan tersebut menuntunmu pada argumen atau kesimpulan setelahnya.
الأصل: فَرُبَّمَا أَعْيَى ذَوِي الْفَضَائِلِ / جَوَابُ مَا يَلْقَى مِنَ الْمَسَائِلِ
Terjemahan: Sebab, terkadang orang-orang yang memiliki keutamaan dan keluasan ilmu pun dibuat letih untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapkan kepada mereka;
الأصل: فَيُمْسِكُوا بِالصَّمْتِ عَنْ جَوَابِهِ / عِنْدَ اعْتِرَاضِ الشَّكِّ فِي صَوَابِهِ
Terjemahan: Sehingga mereka memilih diam dan menahan diri dari menjawabnya, ketika muncul keraguan atau syak dalam menentukan kebenaran jawaban tersebut.
الأصل: وَلَوْ يَكُونُ الْقَوْلُ فِي الْقِيَاسِ / مِنْ فِضَّةٍ بَيْضَاءَ عِنْدَ النَّاسِ
Terjemahan: Kalaupun seandainya ucapan manusia—dalam timbangan analogi mereka—bagaikan perak putih yang berkilau lagi berharga,
الأصل: إِذًا لَكَانَ الصَّمْتُ عَيْنٌ مِنَ الذَّهَبِ / فَافْهَمْ هَدَاكَ اللَّهُ آدَابَ الطَّلَبِ
Terjemahan: Niscaya sikap diam itu adalah emas murni yang jauh lebih tinggi nilainya. Maka pahamilah—semoga Allah memberimu petunjuk—adab-adab dalam menuntut ilmu.
