-->

ادخلوا معنا في ميدان الدعوة إلى الله. ساعدونا على نشر الخير أخلصوا النية لله وأرسلوا لمن تريدون له الخير هذا الخير. نصر الله بنا هذا الدِّين العظيم وجعلنا مفاتيح خير حيثما كنا. الله يحفظنا و يبعد عنا من لا يخافه ويرزقنا الفردوس الأعلى. آمين

MENJAGA LIDAH, MENJAGA KEHORMATAN DAN KESELAMATAN

MENJAGA LIDAH, MENJAGA KEHORMATAN DAN KESELAMATAN


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa. Takwa yang mendorong kita untuk senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, termasuk larangan untuk menjaga lisan dan perkataan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Manusia dikaruniai organ yang sangat istimewa, yaitu lidah. Lidah adalah salah satu organ manusia yang tidak bertulang. Namun, ironisnya, lidah ini bisa menjadi lebih tajam dan lebih keras daripada tulang itu sendiri. Mengapa? Karena lidah mampu mengungkapkan apa saja yang tidak dapat dilakukan oleh kaki, tangan, dan anggota tubuh lainnya.
Dengan lidah, seseorang bisa melukai hati manusia lain melebihi irisan sembilu. Dengan lidah pula, seseorang bisa menguasai kawan dan menundukkan lawan. Tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa lidah adalah alat yang paling besar fungsinya dan sangat berperan dalam komunikasi. Bahkan, tidak mengherankan bila dengan sebab lidah, manusia menjadi resah dan gelisah, bahkan dunia pun bisa bergoncang.
Nenek moyang kita memiliki peribahasa yang sangat dalam maknanya: "Mulutmu adalah harimaumu, yang mampu menerkam kepalamu sendiri."
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Betapa bahayanya lidah jika tidak dikendalikan. Rasulullah ﷺ pernah memberikan peringatan keras mengenai hal ini. Suatu ketika, beliau ditanya oleh seorang sahabat: "Apa yang menyebabkan seseorang bisa masuk surga?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Bertaqwa kepada Allah dan akhlak yang baik."
Kemudian sahabat itu bertanya lagi: "Apa yang menyebabkan seseorang masuk neraka?" Beliau menjawab:
«إِنَّ أَكْثَرَ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ الْأَجْوَفَانِ: الْفَمُ وَالْفَرْجُ»
"Sesungguhnya yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua rongga (badan), yaitu mulut (lidah) dan kemaluan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Hadirin yang berbahagia,
Dari peringatan Nabi tersebut, kita bisa memetik setidaknya tiga bahaya besar dari lidah yang tidak terjaga:
Pertama: Timbulnya permusuhan.
Lidah yang tidak dijaga akan melahirkan saling mencaci, saling cela-mencela, saling menuduh, dan ghibah. Dari sinilah bermula munculnya "benih-benih" permusuhan dan kebencian yang merusak persaudaraan.
Kedua: Membicarakan yang batil.
Lidah digunakan untuk hal-hal yang merusak, semisal mengatur strategi untuk memecah belah umat, merompak hak orang lain, atau melakukan penyimpangan keuangan negara (corruption). Lidah para koruptor seringkali pandai memutarbalikkan fakta untuk membenarkan kebatilan.
Ketiga: Mengejek dan membuka aib orang lain.
Sifat ini seolah telah menjadi trend masa kini. Seolah-olah dirinya yang paling benar dan hebat, sementara orang lain dianggap remeh sebagai pihak lawannya. Fenomena ini semakin parah di era digital, di mana "lidah" kita bermetamorfosis menjadi jari-jari yang mengetik di media sosial, menyebar aib dan fitnah dengan sangat cepat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ ۖ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok)..."
Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Sebaliknya, bila lidah dan hati dijaga, serta dikendalikan dari berbagai sifat buruk di atas, maka dipastikan kehidupan ini akan sangat damai dan menyenangkan. Kedamaian yang dihasilkan dari lisan yang terjaga nilainya jauh melebihi harta material apa pun sebagai ganti balasannya.
Oleh karena itu, marilah kita intropeksi diri. Sudahkah kita menggunakan lidah kita untuk berdzikir, berkata jujur, dan mendamaikan? Atau justru kita gunakan untuk menyakiti, memfitnah, dan menyebar kebencian?
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.


 
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُسْنِ الْخَاتِمَةِ.
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Pada khutbah yang kedua ini, marilah kita tanamkan solusi paling ampuh untuk mengatasi bahaya lidah. Solusinya sangat sederhana, namun butuh perjuangan jiwa yang besar untuk melakukannya: Berkatalah yang baik, atau diam.
Rasulullah ﷺ memberikan sebuah kaidah emas yang harus kita jadikan standar dalam setiap ucapan kita. Beliau bersabda:
«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ»
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau diam saja." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Hadis ini mengajarkan kita sebuah filter yang sangat ketat. Sebelum sebuah kata keluar dari mulut (atau sebelum sebuah status ter-post di media sosial), tanyakan pada diri sendiri: "Apakah ucapan ini baik? Apakah ini membawa manfaat? Apakah ini benar?"
Jika jawabannya TIDAK, maka pilihan terbaik dan paling mulia adalah DIAM. Diam bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kebijaksanaan dan kekuatan iman seseorang.
Mari kita jaga lidah kita dari ghibah, namimah (adu domba), dusta, dan cacian. Dengan menjaga lidah, kita menjaga hati saudara kita, menjaga persatuan umat, dan yang paling utama, kita menjaga diri kita dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Ya Allah, Ya Rabbal 'Alamin...
Jadikanlah lidah kami ini lisan yang senantiasa basah dengan dzikir-Mu. Jauhkanlah kami dari ucapan yang sia-sia, dusta, ghibah, dan perkataan yang menyakiti hati hamba-Mu yang lain.
Ya Allah...
Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dosa para guru kami, dan dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat. Berikanlah kepada kami akhlak yang mulia, sebagaimana akhlak Nabi Muhammad ﷺ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
(Aqimis shalah!)







📌 Quotes Singkat & Menohok (Cocok untuk Story/Status)
"Lidah tidak bertulang, tapi ia lebih tajam dari sembilu dan lebih keras dari batu. Hati-hati, satu kata bisa menghancurkan persaudaraan seumur hidup."
"Luka di kulit bisa sembuh dalam hitungan hari. Tapi luka di hati akibat lidah yang tak terjaga, bisa berdarah seumur hidup."
"Mulutmu adalah harimaumu. Jangan biarkan ia menerkam kehormatan dan masa depanmu sendiri."
"Diam bukan berarti kalah. Diam adalah benteng terkuat untuk menjaga iman dan persaudaraan."
"Sehebat apapun akalmu, ia tak akan berguna jika lidahmu tak mampu menjaganya."
📌 Quotes Bernuansa Islami & Dalil
"Pintu surga dijaga oleh takwa dan akhlak. Pintu neraka sering kali terbuka lebar oleh dua rongga: mulut (lidah) dan hawa nafsu." (Inspirasi HR. Tirmidzi)
"Menjaga lidah adalah cerminan kebersihan hati. Orang yang bersih hatinya, akan sulit lidahnya untuk menyakiti."
"Allah tidak menilai kita dari seberapa fasih kita berbicara, tetapi dari seberapa jujur dan baik kata-kata yang kita pilih untuk diucapkan."
📌 Quotes Relevan dengan Era Digital (Media Sosial)
"Di era digital, 'lidah' kita bermetamorfosis menjadi jempol yang mengetik. Jangan sampai status dan komentarmu menjadi 'harimau' yang menerkam aib saudaramu."
"Mudahnya membagikan informasi tanpa tabayyun (cek fakta) adalah bentuk modern dari lidah yang tak terjaga. Jadilah netizen yang berakhlak, bukan penyebar fitnah."
"Viral karena kebaikan itu mulia. Viral karena membuka aib orang lain, itu adalah dosa yang terus mengalir selama postingan itu ada."
📌 Quotes Tentang Perdamaian & Pengendalian Diri
"Damai itu dimulai dari mulut yang dijaga. Ketika lidah dikendalikan, benih kebencian mati, dan persaudaraan tumbuh subur."
"Kekuatan sejati seorang manusia bukan pada seberapa keras ia berteriak, tetapi pada seberapa mampu ia menahan diri untuk tidak mengucapkan hal yang menyakiti."
"Investasi terbaik untuk kehidupan yang tenang adalah menjaga lisan. Gantiannya bukan harta, melainkan ketenangan jiwa dan cinta dari sesama."
LihatTutupKomentar

murajaah

Dendam

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
I enjoy engaging in physical activities both indoors and outdoors, volunteering for humanitarian aid, providing religious counseling, traveling, as well as conducting research and reading about current issues and Islam. I am interested in developments in creative learning, especially in Arabic language acquisition, and I am passionate about technology, and media.

Tayangan