-->

ادخلوا معنا في ميدان الدعوة إلى الله. ساعدونا على نشر الخير أخلصوا النية لله وأرسلوا لمن تريدون له الخير هذا الخير. نصر الله بنا هذا الدِّين العظيم وجعلنا مفاتيح خير حيثما كنا. الله يحفظنا و يبعد عنا من لا يخافه ويرزقنا الفردوس الأعلى. آمين

CINTA KEPADA ALLAH DAN RASUL-NYA ﷺ

KHUTBAH PERTAMA

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

───

Ma'asyiral muslimin, jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Setiap hati manusia pasti mencintai. Ada yang mencintai harta, jabatan, permainan, media sosial, idola, dan pujaan hati. Semua itu cinta yang wajar. Namun ada satu cinta yang menentukan arah hidup dan akhirat kita: yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Cinta inilah yang hari ini akan kita renungkan bersama.

Dalam kitab Riyadhus Shalihin, pada bab "Fī Mahabbatillāhi wa Rasūlihi ﷺ" (Bab tentang Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya) , Imam An-Nawawi rahimahullah menulis:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «مَا أَعْدَدْتَ لَهَا؟» قَالَ: حُبُّ اللَّهِ وَرَسُولِهِ. قَالَ: «أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ»

وَفِي رِوَايَةٍ: «مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ، وَلَا صَلَاةٍ، وَلَا صَدَقَةٍ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ»

Dari sahabat Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa seorang Arab Badui berkata kepada Rasulullah ﷺ: "Kapan hari kiamat?" Rasulullah ﷺ bersabda: "Apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapinya?" Ia menjawab: "Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya." Beliau bersabda: "Engkau akan bersama orang yang kau cintai."

Dalam riwayat lain ia berkata: "Aku belum menyiapkan puasa, shalat, dan sedekah yang banyak, tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya." (Muttafaq 'alaih; lafaz ini milik Muslim)

Saking bahagianya para sahabat mendengar kabar ini, Anas radhiyallahu 'anhu berkata:

قَالَ أَنَسٌ: «فَمَا فَرِحْنَا بَعْدَ الْإِسْلَامِ فَرَحًا أَشَدَّ مِنْ قَوْلِ النَّبِيِّ ﷺ: فَإِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ»

"Kami tidak pernah merasa bahagia setelah masuk Islam melebihi kebahagiaan kami mendengar sabda Nabi ﷺ: 'Sesungguhnya engkau bersama orang yang kau cintai.'"

───

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Ada tiga pelajaran besar dari hadits ini:

Pertama: Bekal terbesar menuju akhirat adalah cinta.

Sang Badui merasa amal sunnahnya sedikit, namun ia menyiapkan sesuatu yang menjadi ruh seluruh amal: hati yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bukan berarti kita boleh meninggalkan amal — sang Badui tetap menunaikan kewajiban — tetapi cinta itulah yang menggerakkan shalat, puasa, sedekah, dan kejujuran kita. Amal tanpa cinta ibarat jasad tanpa ruh; dan cinta yang benar pasti melahirkan amal.

Kedua: Cinta menentukan bersama siapa kita dikumpulkan.

«أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ» — engkau bersama orang yang kau cintai. Siapa yang mencintai orang-orang saleh, ia akan dikumpulkan bersama mereka. Siapa yang mencintai ahli maksiat, ia terancam dikumpulkan bersama mereka. Maka periksalah hati kita: siapa yang paling kita cintai? Siapa yang paling sering kita sebut namanya dalam hati?

Ketiga: Cinta sejati harus dibuktikan.

Allah berfirman dalam surah Ali 'Imran ayat 31:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

"Katakanlah: 'Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.' Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Tanda cinta kepada Rasulullah ﷺ adalah ittiba' — mengikuti sunnahnya: jujur dalam perbuatan dan perkataan, rajin shalat, berbakti kepada orang tua, menghormati guru, menyayangi teman, dan memperbanyak shalawat. Cinta bukan sekadar pengakuan di lisan.

───

Hadirin rahimakumullah,

Tsauban, mantan budak yang dimerdekakan Rasulullah ﷺ, pernah jatuh sakit karena rindu yang mendalam. Wajahnya pucat dan tubuhnya kurus. Ketika ditanya Nabi ﷺ, ia berkata:

"Wahai Rasulullah, aku tidak sakit. Hanya saja bila aku tidak melihatmu, aku sangat rindu dan merasa kesepian. Lalu aku teringat akhirat, dan aku takut tidak bisa bersamamu di sana. Engkau akan diangkat bersama para nabi, sedangkan aku — jika masuk surga — takut ditempatkan di tempat yang lebih rendah darimu. Dan jika aku tidak masuk surga, maka itulah saat aku tidak akan melihatmu lagi selama-lamanya."

Maka Allah 'Azza wa Jalla menurunkan firman-Nya:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

"Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS. An-Nisa: 69)

Demikianlah cinta Tsauban — cinta yang membuatnya gelisah bukan karena dunia, melainkan karena takut berpisah dari kekasihnya, Rasulullah ﷺ.

───

Ma'asyiral muslimin,

Mulai hari ini, mari buktikan cinta kita kepada Nabi ﷺ dalam keseharian di sekolah dan di rumah:

• Basahi lisan dengan shalawat, sebagaimana perintah Allah: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
• Cintai Al-Qur'an sebagai peninggalan terbesar beliau; bacalah, hafalkan, dan amalkan.
• Hidupkan sunnahnya dalam adab makan, tidur, belajar, dan bergaul.
• Rindukanlah perjumpaan dengan beliau, sebagaimana Tsauban merindukannya.

Sebab janji beliau pasti benar:

«أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ»

"Engkau akan bersama orang yang kau cintai."

───

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

───

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

───

Jamaah rahimakumullah,

Marilah kita menundukkan hati, memohon kepada Allah agar dikaruniai cinta yang hakiki kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya ﷺ.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنَا حُبَّكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيْنَا مِنْ أَنْفُسِنَا وَأَهْلِينَا وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ ﷺ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُرَافِقُهُ فِي الْجَنَّةِ، وَأَوْرِدْنَا حَوْضَهُ، وَاسْقِنَا مِنْ يَدِهِ الشَّرِيفَةِ شَرْبَةً لَا نَظْمَأُ بَعْدَهَا أَبَدًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِآبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَمُعَلِّمِينَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

───

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

───

RINGKASAN POIN KHUTBAH


Poin Inti
1
Bekal terbesar menuju akhirat adalah cinta
Cinta adalah ruh yang menggerakkan seluruh amal

2
Cinta menentukan bersama siapa kita dikumpulkan
«أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ»

3
Cinta sejati harus dibuktikan dengan ittiba'
QS. Ali 'Imran: 31; teladan Tsauban

LihatTutupKomentar

murajaah

Dendam

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
I enjoy engaging in physical activities both indoors and outdoors, volunteering for humanitarian aid, providing religious counseling, traveling, as well as conducting research and reading about current issues and Islam. I am interested in developments in creative learning, especially in Arabic language acquisition, and I am passionate about technology, and media.

Tayangan